Dampak Negatif Terorisme (I)

Berikut ini beberapa dampak negatif dari aksi terorisme.

Satu : Penentangan terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Telah nampak dari penjelasan-penjelasan yang telah lalu bahwa segala bentuk perbuatan kerusakan, peledakan, dan aksi-aksi terorisme adalah terlarang dalam agama ini. Demikian pula menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah dari kalangan muslim, kafir dzimmi, mu’ahad dan musta’man adalah haram menurut dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah. Maka siapa yang melanggar hal tersebut bersiaplah untuk menuai ancaman Allah Jalla Jalâluhu dalam firman-Nya,

“(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfâl : 13)

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.” (QS. Al-Mujadilah : 20)

Dua : Keluar dari jama’ah kaum muslimin dan tidak mengikuti jalan mereka.

Juga telah dijelaskan bahwa segala bentuk perbuatan kerusakan, peledakan, dan aksi-aksi terorisme serta menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah dari kalangan muslim, kafir dzimmi, mu’ahad dan musta’man adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Maka melanggar hal tersebut berarti telah keluar dari jalan kaum muslimin. Dan Allah ‘Azza wa Jalla telah menegaskan,

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami akan membiarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa’ : 115)

Dan Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam bersabda,

مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ، مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa yang keluar dari keta’atan dan berpisah dari Al-Jama’ah kemudian ia mati. Maka matinya adalah mati jahiliyah.” [1]

Dan beliau juga bersabda,

فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ

“Sesungguhnya barangsiapa yang berpisah dari Al-Jama’ah walaupun sejengkal, maka sungguh ia telah melepas ikatan Islam dari lehernya.” [2]

Tiga : Pembangkangan dan penghinaan terhadap penguasa.

Terjadinya aksi-aksi terorisme di negeri-negeri Islam terhitung penentangan dan penghinaan terhadap penguasa. Dan cukuplah dosa terhadapnya karena ia telah menyelisihi firman-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisâ` : 59)

Dan Nabi shollallaahu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيْرِهِ شَيْئاً فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْراً مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

“Siapa yang membenci sesuatu dari pemimpinnya, maka hendaknya ia bersabar. Karena siapa yang keluar dari kekuasaan sejengkal kemudian ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” [3]

Dan beliau juga mengingatkan,

مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ

“Siapa yang menghinakan penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” [4]

Empat : Membuat bid’ah dalam agama.

Seluruh aksi terorisme yang terjadi di masa ini, walaupun dinisbatkan kepada Islam, namun pada hakikatnya ia adalah perkara baru dalam agama yang sama sekali tidak dicontoh oleh Nabi shollallaahu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa sallam dan para shahabatnya. Dari ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ bahwa Rasulullâh shollallaahu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengadakan sesuatu yang baru dalam agama kami padahal ia tidak ada asalnya (dalam agama) maka sesuatu itu tertolak.” [5]

Dalam riwayat yang lain dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shollallaahu ‘alaihi wa ‘alaa alihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak termasuk dalam urusan agama kami, maka hal itu tertolak.” [6]

Lima : Hal tersebut adalah sikap khianat dan melanggar janji.

Dan telah berlalu berbagai dalil tentang bahaya dan besarnya siksaan terhadap orang-orang yang berkhianat dan melanggar janji. Dan kami ingatkan disini dengan firman Allah Jalla Sya’nuhu,

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kalian telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (QS. Al-Anfal : 55-56)

Enam : Melanggar perjanjian kaum muslimin.

Menyimak pembahasan-pembahasan yang telah lalu, akan nampak dengan sangat jelas bahwa kebanyakan dari aksi-aksi terorisme yang terjadi di negeri-negeri kaum muslimin adalah membatalkan perjanjian yang telah dijalin oleh penguasa atau bagian dari negara, baik itu berupa jaminan keamanan, perdamaian dan sebagainya. Dan renungkanlah ancaman perbuatan tersebut dalam sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam,

ذِمَّةُ الْمُسْلِمِيْنَ وَاحِدَةٌ فَمَنْ أَخْفَرَ مُسْلِماً فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ

“Dzimmah (tanggung jawab, perjanjian) kaum muslimin adalah satu. Barangsiapa yang membatalkan perjanjian seorang muslim maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia atasnya, tidak diterima darinya sedikitpun.” [7]

Tujuh : Hal tersebut adalah perbuatan zholim dan melampaui batas.

Seorang muslim yang baik dan memahami agamanya dengan benar tidaklah ragu bahwa aksi-aksi terorisme dan yang semisalnya adalah perbuatan kezholiman dan melampaui batas. Dan telah berlalu sejumlah penjelasan tentang haramnya sikap zholim dan melampaui batas.

Berkata Masruq bin Al-Ajda’ Al-Wadi’iy rahimahullah, “Saya tidak pernah menzholimi seorang muslim pun dan tidak (pula) seorang kafir mu’ahad.” [8]

Dan berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Sesungguhnya orang yang dizholimi walaupun ia diizinkan untuk membalas kezholiman terhadap dirinya dalam firman-Nya,

“Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah terzholimi, tidak ada suatu dosapun atas mereka.” (QS. Asy-Syura : 41)

namun hal tersebut disyaratkan padanya dua syarat, salah satunya adalah punya kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Dan yang kedua adalah tidak boleh melampaui batas. Adapun kalau dia tidak mampu atau pembelaan diri tersebut akan mengantar kepada penganiayaan yang lebih (berbahaya), maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Demikianlah asal larangan dari suatu fitnah.” [9]

Delapan : Menghambat jalan tersebarnya agama Allah.

Betapa banyak kegiatan-kegiatan dakwah Islam yang terhenti karena tindakan dan aksi terorisme yang nampak belakangan ini. Penyebaran Islam, ajakan masuk Islam, usaha mendidik kaum muslimin –khusus di negara yang kaum muslimin minoritas padanya-, pengadaan daurah atau studi ilmiyah, penyebaran buku-buku Islam, bantuan dan santunan untuk kaum muslimin, pembangunan masjid dan sekolah-sekolah Islamy dan lain-lainnya tidak terhingga dari aktifitas dakwah yang terhambat karena perbuatan-perbuatan tersebut. Maka mereka yang telah menghambat jalan Allah ini sungguh akan merugi kelak di kemudian hari.

“Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.” (QS. An-Nisa` : 55)

“Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.” (QS. An-Nahl : 88)

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.” (QS. At-Taubah : 9)

Sembilan : Membuat takut kaum muslimin.

Aksi-aksi terorisme tersebut telah meruntuhkan suatu dasar pokok dalam agama kita, yaitu penegakan keamanan yang merupakan ciri syari’at kita. Dan telah diuraikan sejumlah dalil tentang dosa dan bahaya membuat ketakutan di tengah kaum muslimin.

Namun para teroris yang menganggap diri mereka di atas tuntunan Islam itu tidak pernah sadar betapa banyak musibah dan malapetaka yang menimpa kaum muslimin akibat perbuatan mereka, dan sama sekali mereka tidak ingin mengerti betapa dihinakannya kaum muslimin di berbagai negara dari kalangan pemerintah maupun rakyat, betapa banyak pemerintah yang ditekan oleh musuh-musuh Islam dengan alasan adanya sekelompok teroris di negara mereka, dan betapa banyak kaum muslimin yang disiksa, dipenjara dan…seterusnya dari hal-hal yang harusnya seorang muslim iba dan sedih karenanya.

Dalil-dalil tentang kerusakan bid’ah dan bahayanya sangatlah banyak. Wallâhul Waliyyut Taufîq.

Bersambung…
__________
Footnote
[1] Hadits riwayat Muslim no. 1848 dan An-Nasâ`i 7/123 dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu.
[2] Hadits riwayat Ath-Thayâlisy no. 1162, Ahmad 4/130, 202, At-Tirmidy no. 2868-2869, Ibnu Khuzaimah no. 1895, Al-Hakim 1/117-118, 421-422, Ath-Thabarâny 3/no. 3427-3431 dan Al-Baihaqy 8/157 dan dalam Syu’abul Îmân 6/59 dari Al-Hârits Al-Asy’ary radhiyallâhu ‘anhu. Dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albâny rahimahullâh dalam ta’lîq beliau terhadap Hidâyatur Ruwâh no. 3622 dan Syaikh Muqbil rahimahullâh dalam Ash-Shohîh Al-Musnad 1/204-205.
[3] Hadits Ibnu ‘Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ riwayat Al-Bukhâry no. 7053, 7054, 7143 dan Muslim no. 1849.
[4] Hadits riwayat Ath-Thayâlisy no. 887, Ahmad 5/42, 48, At-Tirmidzy no. 2229, Ath-Thabarâny 6/no.7373, Al-Baihaqy 8/163 dan Al-Qadhâ’iy 1/259 dari Abu Bakrah radhiyallâhu ‘anhu. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albâny dalam Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shohîhah 5/376.
[5] Hadits riwayat Al-Bukhâry no. 2697, Muslim no. 1718, Abu Dâud no. 4606 dan Ibnu Mâjah no. 14.
[6] Telah berlalu takhrijnya.
[7] Telah berlalu takhrijnya.
[8] Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thabaqôt 6/83.
[9] Al-Istiqômah hal. 41.

Sumber : http://jihadbukankenistaan.com/

Published in: on 29 Agustus 2010 at 16:06  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/08/29/dampak-negatif-terorisme-i/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: