Fatwa Syaikh Rabi’ Tentang Tragedi Libanon

Al-‘Allamah Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali رحمه الله ditanya: “Apa pendapat engkau wahai Syaikh yang mulia tentang berbagai keadaan genting (krisis) di Libanon, Irak, Palestina? Jazakumullah khairan.”

Beliau رحمه الله menjawab:
“Demi Allah, kami berpandangan bahwa jihad tetap tegak sampai hari kiamat dan merupakan perkara yang wajib dilakukan oleh umat ini. Namun umat (Islam) ini telah melalaikan banyak perkara agama, diantaranya adalah jihad itu sendiri, sehingga Allah memberikan kekuatan kepada musuh-musuh untuk menguasai mereka.

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضَيِتْمُ ْبِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوْا إِلَى دِيْنِكُمْ. (رواه أبو داود عن ابن عمر)

Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah (riba), kalian mengambil ekor-ekor sapi (beternak) serta kalian senang dengan bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad di jalan Allah عز وجل maka Allah akan mencampakkan kehinaan pada diri kalian. Dan Dia (Allah) tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian. (HR. Abu Dawud dari Ibnu Umar)

Yakni bukan di atas jalannya kaum Rafidlah, bid’ah dan khurafat. Maka langkah yang paling pertama untuk menuju kemuliaan dan keluar dari kehinaan dan kerendahan adalah kembali kepada agama Allah. Ini langkah pertama dan bukan kembali kepada agama kaum Rafidhah yang ekstrim, yang mengkafirkan para shahabat lalu mengangkat bendera jihad!
Mereka tidak kembali kepada agama, namun justru memerangi agama dan orang-orang yang komitmen dengannya! Bagaimana mungkin perang ini akan mendapatkan pertolongan!? Bagaimana mungkin ini dikatakan sebagai jihad di jalan Allah ?!

Jihad haruslah dilakukan untuk menegakkan kalimat Allah. Terkadang seseorang terbunuh dalam berjihad, namun dia masuk neraka disebabkan karena dia tidak melakukannya dengan niat untuk menegakkan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهَ. متفق عليه عن أبي موسى

Barangsiapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah fi sabilillah. (HR. Bukhari Muslim dari Abu Musa)

الرَّجُلُ يُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ حَمِيَّةُ وَيُقَاتِلُ رِيَاءً فَأَيُّ ذَلِكَ فِي سَبِيْلِ اللهِ. قَالَ: مَنْ قَاتَلَ لِتَكُوْنَ كَلِمَةُ اللهِ هَيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ. (رواه البخاري)

Seseorang ada yang berperang karena keberanian semata, ada orang yang berperang karena semangat saja, ada yang berperang karena untuk menda-patkan pujian di mata manusia, yang manakah di jalan Allah? Maka beliau menjawab: “Barangsiapa yang ber-perang untuk meninggikan kali-mat Allah, maka itulah fi sabilillah (di jalan Allah) تعالى”. (HR. Bukhari)

Maka yang wajib bagi setiap muslim sebelum segala yang lainnya adalah memperbaiki keadaan mereka dan kembali pada agama yang benar yang dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang telah dibela dan diperjuangkan oleh beliau صلى الله عليه وسلم dan para shahabatnya رضي الله عنهم yang mulia yaitu tauhid, amal shalih dan syiar-syiar keislaman yang benar. Inilah yang diperjuangkan dengan jihad untuk meninggikannya oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Sekarang saya bertanya kepada kalian: “Bendera yang ada di Libanon, yaitu bendera yang diangkat oleh Hizbullah, apakah bendera yang pantas dikatakan sebagai bendera di jalan Allah?! Apakah dikatakan bahwa itu jihad di jalan Allah?! Sementara mereka (Hizbullah) mengkafirkan para shahabat Muhammad صلى الله عليه وسلم, mempermainkan al-Qur’an dan merubahnya –dengan perubahan yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun–?!

Apakah kalian belum pernah membaca tentang kaum Rafidhah ? Bagi siapa yang membaca tentangnya, dia akan mendapati bahwa mereka lebih parah dalam melakukan perubahan terhadap agama Allah تعالى dibanding kaum Yahudi dan Nashara.
Demi Allah, kami ingin berjihad namun dengan jihad yang benar. Maka wajib bagi umat ini untuk kembali pada agamanya, kemudian setelah itu melakukan persiapan-persiapan:

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ. الأنفال: 60

Dan siapkanlah untuk menghadapi me-reka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang di-tambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu. (al-An-faal:60)

Sekarang ini, kelompok Hizbullah yang telah berperang semenjak tiga pekan yang lalu, namun tidak ada yang terbunuh dari mereka melainkan hanya delapan orang. Sementara yang terbunuh dari rakyat Libanon hampir mencapai seribu! Dan yang terusir dari mereka berjumlah ribuan, fasilitas-fasilitas umum mereka dihancurkan! Apakah ini yang dikatakan jihad yang diperintahkan Allah?!

Rasulullah صلى الله عليه وسلم ketika berjihad di Badar, di Uhud, di Khandaq dan di tempat lainnya, tidak ada satupun anak kecil yang terbunuh! Dan tidak satu pun wanita yang terbunuh! Namun mereka ini (Hizbullah, pent.) menyusup dalam barisan para wanita dan anak-anak kecil, lalu datanglah berbagai sera-ngan yang diarahkan (oleh Yahudi kafir, pent.) kepada mereka yang patut dikasihani. Apakah ini jihad?!

Sekarang ini Yahudi telah menguasai daerah yang luas dan besar, ada dua puluh kampung di Libanon. Apakah ini jihad? Apakah ini yang dituju oleh (Hizbullah)? 1)
Apakah kita berjihad agar wanita dan anak-anak kaum muslimin dibunuh, yayasan-yayasan mereka dihancurkan! Lalu ini yang dikatakan hasil dari jihad itu!
Inilah jihad ‘atraksi’. Inilah jihad model Rafidlah! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk berfikir dan kembali kepada agama mereka, sebelum melakukan segala sesuatu. Lalu setelah itu, mereka berjihad dengan tujuan meninggikan kalimat Allah.
Sesungguhnya kita lebih mengimani tentang syari’at jihad dibanding mereka yang merupakan para pendusta yang hanya mengaku saja! Kami mengimaninya akan tetapi kami mengatakan kepada kaum muslimin: “Kembalilah pada agama ini, bekali diri kalian untuk persiapan jihad dan mendapat pertolongan dari Allah تعالى. Sebab kalian tidak mungkin mendapatkan pertolongan dari Allah تعالى, kecuali jika kalian berperang dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah dan kalian berada di atas agama yang benar.

Apa yang terjadi di Iraq? Berapa banyak kaum muslimin yang telah dibunuh oleh kaum Rafidhah!? Lebih dari seratus ribu jiwa yang mereka sembelih dari kalangan para wanita dan anak-anak. Mereka mengusirnya, merusak rumah-rumah, masjid-masjid dan menginjak-injak mushaf-mushaf! Dan berbagai kelakuan lainnya yang –demi Allah- tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi sekalipun! Dan tatkala mereka melakukan berbagai tindakan kekejian ini semua, lalu mereka pun membuka front (di Libanon), mereka menertawakan ahlus sunnah dan bergembira atas apa yang menimpa mereka. 2)
Apakah kalian menangisi Ahlus Sunnah dari penduduk Irak – dalam keadaan mereka disembelih, diusir, ratusan masjid-masjid mereka dirusak oleh rafidlah?! Mungkin mencapai seratus ribu jiwa atau lebih yang terbunuh dari mereka!

Apakah mereka (kaum Rafidlah) menangisi kematian kalian?! Apakah mereka mengangkat suara buat kalian?! Sama sekali tidak, sama sekali tidak!
Maka tatkala si Rafidli –yang berliran kebatinan ini datang– banyak yang berpandangan bahwa dia mengangkat bendera jihad dan yang akan memimpin umat menuju kemuliaan dan pertolongan?!
Ini merupakan keberuntungan besar –di antara keberuntungan kaum Rafidlah!– Sekarang ini umat Islam bersorak dan bertepuk tangan untuk mereka!!! Dan inilah yang diinginkan oleh kaum Rafidlah.
Di mana dia (pimpinan Hizbullah) sekarang ini berada? Di mana sekarang panglima ini berada?!
(Ketauhilah!) Dia kini ada di tempat persembunyian. Dia dan kelompoknya ada di tempat persembunyiannya! Sementara kehancuran dan kebinasaan menimpa rakyat jelata Libanon! Penyembelihan (terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah) masih saja berlanjut di Irak! Darah kaum muslimin di Irak sangatlah murah, tidak perlu disebut-sebut menurut mereka!
Bahkan darah seluruh kaum muslimin dan harta mereka adalah halal menurut aqidah kaum Rafidlah, sebab mereka menganggapnya kafir! Inilah hukum yang mereka terapkan!
Lalu di mana kita meletakkan akal kita? Sekarang ini kebanyakan yang membimbing kaum muslimin adalah orang-orang yang jahil dan bodoh! Tokoh-tokoh yang jahil sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم! Orang jahil (bodoh) yang berpenampilan sebagai ‘alim (pandai) dan tidak menge-tahui hakekat Islam! Tidak mengetahui kekufuran, penyimpangan dan perbuatan zindiq yang dimiliki kaum Rafidlah.

Telitilah kitab tafsir –dari kitab-kitab tafsir yang dimiliki Rafidlah–, mulai dari surah Al-Fatihah, perhatikan perubahan yang mereka lakukan, dimana orang Yahudi pun merasa malu melakukannya!

الصِرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ:

“Jalan yang lurus”, maknanya Ali رضي الله عنه!

الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ:

“Bukan jalan orang-orang yang di-murkai”, maknanya adalah jalan Abu Bakar, Umar dan Utsman رضي الله عنهم!

ألم ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ:

“Alif Laam Mim. Itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya”. Yang dimaksud “kitab” adalah Ali رضي الله عنه.

هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ:

“Petunjuk bagi orang yang bertaqwa”, mereka adalah pengikut Ali رضي الله عنه (maksudnya kaum Syi’ah Rafidlah)!

Dunia, Akhirat, Surga, semuanya milik Ali رضي الله عنه dan para pengikutnya (maksudnya Rafidlah)!

ِإنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا.

“Sesungguhnya Allah tiada segan mem-buat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”.
mereka mengatakan: yang dimaksud nyamuk adalah Ali رضي الله عنه, sedangkan yang lebih rendah adalah Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Ali رضي الله عنه kadang-kadang dianggap seperti nyamuk oleh mereka. Ini termasuk perbuatan sesat mereka dan cercaan mereka terhadap Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Kadang-kadang mereka menganggap Ali رضي الله عنه sebagai binatang melata, yang melata di muka bumi. Dan dia sebagai bintang, dia sebagai mata-hari, dia adalah langit sedangkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai buah Tin dan Ali رضي الله عنه sebagai buah Zaitun, para Imam (mereka) sebagai bukit Sinai dan seterusnya.

Ayat-ayat Al-Qur’an dan tanda-tanda kekuasaan alam seluruhnya yang dimaksud adalah para Imam mereka! Sedangkan tanda-tanda kemunafikan, kekufuran, siksaan, ayat-ayat celaan dan ancaman semuanya diterapkan kepada para shahabat. Abu Bakar رضي الله عنه –menurut mereka –pent.– disiksa dengan siksaan yang paling keras seperti Iblis. Dan Umar رضي الله عنه –menurut mereka –pent.– adalah setan di tempat manapun disebutkan dalam Al-Qur’an.

Ayat-ayat tentang hari Kebangkitan dan hari Pembalasan, menurut mereka yang dimaksud adalah keluarnya sang penegak hukum (Imam Mahdi, pen)! Berbagai macam penyelewengan yang tak terhitung banyaknya dalam kitab Allah dan berbagai kedustaan terhadap Ali رضي الله عنه dan Ahlul Bait yang tak terhitung banyaknya!

Semua yang menjelaskan tanda kekuasaan maksudnya adalah Ahlul Bait, engkau tidak membaca satu ayat pun dalam Al-Qur’an, baik ayat Kauniyyah maupun ayat Syar’iyyah melainkan mereka menyelewengkannya. Ayat-ayat tentang Tauhid mereka rubah menuju kepada kesesatan mereka!.
Dan Allah berfirman:

لاَ تَتَّخِذُواْ إِلـهَيْنِ اثْنَيْنِ.

“Janganlah kalian menjadikan dua sesembahan.”

Ayat ini (sebenarnya) mengajak kepada Tauhid dan memberi peringatan dari kesyirikan. (Namun) mereka mengatakan: “Janganlah kalian mengangkat dua Imam!”
Ayat-ayat Tauhid mereka tidak jelaskan, bahkan menghindar darinya! Kalaupun jika mereka menjelaskannya, maka mereka merubahnya. Mereka tidak menyisakan sesuatu dari ayat tersebut melainkan mereka merubahnya!
Mereka adalah musuh-musuh Islam, cukuplah bagi mereka sejarah hitam mereka yang selalu bersama Yahudi dan Nashara. Merekalah yang membawa pasukan Tartar dan menyembelih puluhan ribu, bahkan mungkin sejuta atau bahkan lebih!
Merekalah yang meruntuhkan khilafah Abbasiyyah! Dalam perang di Afghanistan, sebagai negara tetangga mereka, mereka (kaum Syiah Rafidlah Iran) tidak ikut serta bersama kaum muslimin sedikitpun!!! Tidak di dalam Afghanistan dan tidak pula di luarnya.
Tatkala Amerika datang ke Afghanistan untuk menjatuhkan kekuasaan Taliban, maka mereka menjadi tameng terkuat bersama Amerika dalam memerangi kaum muslimin. Merekalah yang turut mendatangkan Amerika dan sekutunya ke Irak. Mereka menambah kekuatan bersamanya untuk menyembelih kaum muslimin. Apakah ini Islam yang kita berjihad untuknya?

Kaum Rafidhah ini lebih berbahaya dari Yahudi dan Nashara, dan apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Rafidhah lebih berbahaya dari apa yang menimpa kaum muslimin melalui tangan Yahudi dan Nashara. Pahamilah perkara ini, adapun mereka yang (tertipu). Apakah mereka disesatkan ataukah mereka orang-orang yang tidak mengetahui ?!.
Apakah ini pertolongan Allah? Apa yang telah dilakukan terhadap Ahlus Sunnah di Irak?! Apakah pernah engkau membimbing dengan satu ucapan untuk menasehati keluarga dan kaummu tentang kaum Rafidhah Bathiniyyah untuk menyeru agar mereka menahan diri (dari menyiksa) kaum muslimin?!
Demi Allah, saya yakin bahwa mereka tidaklah melakukan ini melainkan untuk mempermainkan kaum muslimin dan menertawai mereka. Allah Maha mengetahui apa tujuan mereka di belakang semua ini!
Jangan kalian membenarkan perselisihan mereka dengan Amerika! Ini semua dusta. Berapa banyak pembicaraan seputar pembuatan sel (instalasi) nuklir yang ada di Iran? Apakah tujuan mereka dengan menyimpan bahan nuklir tersebut, apakah untuk memerangi kaum Yahudi? Mereka pendusta!
Iran selalu mengumumkan hal ini semenjak 70 tahun yang lalu, sementara kaum muslimin memerangi Yahudi dalam berbagai peperangan. Sudah berapa banyak mereka (kaum muslimin) mengikuti peperangan, menyumbangkan harta, turut berperan serta. Sementara Iran menghilang (tidak turun serta) ! Sekarang mereka bersorak dan menghendaki kaum muslimin memasuki pertempuran sedangkan mereka menghilang. Belum berhenti satu peperangan hingga dibuka kembali peperangan yang baru.
Perencanaan pembuatan sel (instalasi) nuklir tersebut tidaklah dipersiapkan melainkan untuk negara-negara Teluk! Kaum muslimin harus memahami hal ini. Perhatikanlah perkara-perkara ini. Apakah dengan seperti ini lalu aku menganggapnya sebagai jihad di jalan Allah? Sama sekali tidak! (dengan sebab):
Pertama: Aqidah mereka jelas, sebagaimana yang telah kami sebutkan sebagiannya.
Kedua: Jihad merekapun jelas, dimana mereka bersembunyi di gua-gua, menyusup di rumah-rumah dan gedung-gedung! Allah Ta’ala lebih mengetahui, mungkin saja mereka mengutus Yahudi untuk menyerang tempat tersebut! Saya tidak menganggap mustahil hal tersebut! Sadarlah kalian terhadap makar dan tipu daya kaum Rafidhah.

Demi Allah mereka menertawai Ahlus Sunnah, mereka memiliki orang-orang, di negeri Arab dan negeri-negeri Islam yang bekerja untuk mereka, guna menjembatani tersebarnya keyakinan Rafidhah di seluruh dunia Islam.
Sekarang dakwah mereka tersebar di dunia Islam, di bagian Asia Timur mereka memiliki Ma’had, sekolah, para da’i di negara-negara Afrika. Telah berlalu waktu dimana mereka tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan ini semua. Hingga datangnya sebagian kelompok yang berkhianat, lalu membukakan jalan bagi mereka dan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyebarkannya di dunia Islam.
Sekarang merekapun menertawakan kaum muslimin. Tangan mereka masih berlumuran darah kaum Muslimin di Iraq, lalu bersamaan dengan itu mereka ingin agar kita membantu mereka?!
Sementara musibahnya menimpa rakyat Libanon dan rakyat Palestina. Lalu apa kerugian yang dialami kaum Rafidhah dalam semua peperangan ini?! (Tidak ada!!-pen)
Baik di Palestina, di Afghanistan dan selainnya dari semenjak 70 tahun yang lalu hingga sekarang? Apa yang telah diperbuat oleh para pendusta ini?!”

Fatwa Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali ini diterjemahkan dari situs http://www.Sahab.net/ oleh Ust. Muhammad Umar as-Sewed

________
Foot Note
1) Dengan kata lain: kaum Hizbullah rafidlahlah yang sengaja memberikan alasan politik bagi Israel untuk menghancurkan rakyat Libanon. (pent.)
2) Kaum Syi’ah adalah tentara dan bonekanya Amerika di Irak, kemudian tiba-tiba menjadi pahlawan di Libanon? (pent.)

Sember : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 115/Th. III 23 Rajab 1427 H/18 Agustsus 2006 M

Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu Abdirrahman Arief Subekti HP 081564690956.

Published in: on 31 Agustus 2010 at 06:35  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/08/31/fatwa-syaikh-rabi-tentang-tragedi-libanon/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: