Tanda-Tanda Hari Kiamat (Keluarnya Dajjal)

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah munculnya Dajjal, yaitu sosok manusia dari turunan Adam yang akan menjadi fitnah bagi manusia. Karena besarnya fitnah Dajjal dan sangat berbahayanya bagi manusia, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم men-jelaskan sifat-sifatnya secara rinci dalam berbagai hadits.

Hadits-hadits tentang Dajjal sangat banyak dan shahih, bahkan para ulama menganggapnya mutawatir. Tidak ada seorang pun dari kalangan ahlus sunnah yang menentang berita munculnya Dajjal tersebut, kecuali –seperti biasanya kelompok yang lebih menuhankan akalnya– mu’tazi-lah dan rasionalis. Mereka menganggap bahwa Dajjal hanyalah ungkapan tentang sifat, bukan satu sosok mahluk yang disebut dengan Dajjal. Maka –menurut mereka—setiap orang yang memandang segala masalah hanya dengan sebelah mata yaitu hanya dengan barometer dunia, maka dia adalah Dajjal.

Tentunya anggapan mereka ini adalah anggapan batil yang terbantah dengan hadits-hadits yang shahih. Kami kira cukup kami nukilkan hadits-hadits tersebut yang menjelaskan sifat-sifat Dajjal. Niscaya akan menjadi jelas apakah Dajjal itu sebuah ungkapan, sifat atau memang sesosok mahluk dari jenis manusia yang akan muncul di akhir zaman.

Ciri-ciri Dajjal:

Dajjal Buta sebelah matanya
Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan Dajjal di tengah-tengah manusia, seraya bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَخْفَى عَلَيْكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ألاَ وَإِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ . رواه البخاري

Sesungguhnya Allah ta’ala tidak buta. Ketahuilah bahwa al-Masih ad-Dajjal buta mata sebelah kanannya, seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)

Dajjal adalah pemuda keriting
Dari an-Nawwas bin Sam’an radhiallahu ‘anhu, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mensifati Dajjal:

إِنَّهُ شَابٌ قَطَطٌ، عَيْنَهُ طَافِيَةٌ كَأَنِّي أَشْبَهَهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطْنِ. رواه مسلم

Dia adalah seorang pemuda keriting, matanya rusak, sepertinya aku melihat mirip dengan Abdul ‘Uzza ibnul Qathn. (HR. Muslim)

Dajjal adalah laki-laki pendek
Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ مَسِيحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ قَصِيرٌ أَفْجَعٌ جَعْدٌ أَعْوَرُ مَطْمُوسُ الْعَيْنِ لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ حَجْرَاءَ فَإِنْ أُلْبِسَ عَلَيْكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ. رواه أبو داود وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير 2/317-318

Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting, buta matanya sebelah tidak timbul tidak pula berlubang. Kalau ia membuat kalian ragu-ragu ketahuilah Rabb kalian tidak buta. (HR. Abu Dawud; dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Ja-mi’u ash-Sha-ghir, hadits no. 2455)

Afja’ dalam hadits di atas adalah seorang yang kalau berjalan merenggangkan antara dua kakinya seperti seorang yang selesai dikhitan. Dan ini adalah salah aib Dajjal juga, demikian dikatakan dalam Aunul Ma’-bud Syarh Abu Dawud, hal. 298)

Dajjal lebar Lehernya dan bungkuk
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَأَمَّا مَسِيحُ الضَّلاَلَةِ فَإِنَّهُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ أَجْلَى الْجَبْهَةِ عَرِيضُ النَّحْرِ فِيهِ دَفَأٌ كَأَنَّهُ قَطَنُ بْنُ عَبْدِ الْعُزَّى. رواه أحمد في مسنده؛ وقال أحمد شاكر: اسناده صحيح، وحسنه ابن كثير

Adapun penebar kesesatan (Dajjal), maka dia buta matanya sebelah, lebar jidatnya, luas lehernya dan agak bungkuk mirip dengan Qathn Ibnu Abdil Uzza. (HR. Ahmad dalam Musnad-nya; Berkata Ahmad Syakir: “Isnadnya shahih”; dan dihasankan oleh Ibnu Katsir)

Memiliki “Surga” dan “neraka”
Dari Hudzaifah radhiallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ . رواه مسلم

Dajjal matanya buta sebelah, cacat mata kirinya, tebal rambutnya, dia memiliki “surga” dan “neraka”. Surganya adalah neraka Allah, dan nerakanya adalah surga Allah. (HR. Muslim)

Di antara kedua mata Dajjal tertulis KAFIR
Dari Anas radhiallahu ‘anhu, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

…أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ فِيهِ. رواه البخاري

…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis KAFIR. (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan:

…ثُمَّ تَهَجَّاهَا (ك ف ر) يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ. رواه مسلم

…kemudian mengejanya (kaf, fa, dan ra), semua muslim dapat membacanya. (HR. Muslim dalam Shahih-nya kitab al-Fitan (18/59-Syarh Imam Nawawi)

Dalam riwayat lain dari Hudzaifah dikatakan:

…يَقْرَؤهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٌّ وَغَيْرُ كَاتِبٍ. رواه مسلم

…Setiap mukmin dapat membacanya, apakah dia bisa baca tulis atau pun buta huruf. (HR. Muslim)

Para nabi telah memperingatkan dari fitnah Dajjal
Dari Anas radhiallahu ‘anhu, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَا بُعِثَ نَبِيٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ فِيهِ. رواه البخاري

Tidaklah diutus seorang nabi pun, kecuali memperingatkan umatnya dari bahaya si buta, sang pendusta. Ketahuilah sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis KAFIR. Dajjal besar badannya. (HR. Bukhari)

Dari Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ. رواه مسلم

Tidak ada satu mahluk pun sejak Adam sampai hari kiamat yang lebih besar daripada Dajjal. (HR. Muslim)

Dajjal tidak memiliki keturunan
Dari Abu Sa’id al-khudry radhiallahu ‘anhu ia ditanya:

أَلَسْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لاَ يُولَدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ بَلَى. رواه مسلم

Bukankah engkau telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sesungguhnya dia (Dajjal) tidak mempunyai keturunan”. (Abu Sa’id) menjawab: “Ya”. (HR. Muslim)

Tempat munculnya Dajjal
Diriwayatkan dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan kepada kami:

الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا خُرَاسَانُ. (رواه الترمذي، وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير 3/150

Dajjal akan keluar dari bumi belahan timur yang disebut dengan Khurasan. (HR. Tirmidzi; Dishahihkan oleh al-Albani da-lam Shahih Jami’ ash-Shaghir (3/150))

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُوْدِيَّةِ أَصْبَهَانَ مَعَهُ سَبْعُوْنَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُوْدِ. رواه أحمد

Dajjal akan keluar dari daerah Yahudi Asbahan dan bersamanya tujuh puluh ribu orang dari kalangan Yahudi. (HR. Ahmad)

Berkata Ibnu Hajar al-Asqalani: “Adapun tentang dari mana munculnya Dajjal, maka ini sangat jelas yaitu adalah dari arah Masyriq”. (Fathul Bary (13/91)).

Berkata Ibnu Katsir: “Awal munculnya Dajjal adalah dari Ashbahan, dari desa yang disebut dengan desa Yahudi (al-yahudiyah)”. (an-Nihayah/al-Fitan wal malahim 1/128)

Dajjal tidak dapat masuk Mekah dan madinah
Allah subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan Dajjal untuk memasuki Mekah dan Madinah. Sesungguhnya dia menjelajahi segala negeri kecuali keduanya.
Diriwayatkan dari Fathimah binti Qais radhiallahu ‘anhuma , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang kisah Tamim ad-Dari dan pengalamannya di tengah lautan ketika bertemu dengan sesosok mahluk yang terbelenggu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membenarkan kisah Tamim ad-Daari tersebut dan menyatakan bahwa mahluk tersebut adalah Dajjal yang akan keluar di akhir zaman. Maka para ulama menerima riwayat tersebut dari pembenaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di dalam kisah tersebut disebutkan bahwa Dajjal berkata: “…maka aku akan keluar dan mengelilingi dunia. Tidak ada satu pun daerah kecuali aku masuki dalam waktu 40 malam, kecuali Makah dan Thayibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satunya, maka aku dihalangi oleh malaikat-malaikat yang di tangan-tangan mereka tergenggam pedang-pedang yang terhunus menghalauku dari keduanya….” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan sambil menunjuk dengan tongkatnya ke tanah:

هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ هَذِهِ طَيْبَةُ يَعْنِي الْمَدِينَةَ أَلاَ هَلْ كُنْتُ حَدَّثْتُكُمْ ذَلِكَ؟ فَقَالَ النَّاسُ: نَعَمْ. فَإِنَّهُ أَعْجَبَنِي حَدِيثُ تَمِيمٍ أَنَّهُ وَافَقَ الَّذِي كُنْتُ أُحَدِّثُكُمْ عَنْهُ وَعَنِ الْمَدِينَةِ وَمَكَّةَ أَلاَ إِنَّهُ فِي بَحْرِ الشَّأْمِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لاَ بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ. رواه مسلم

“Inilah yang dimaksud Thayibah, inilah yang dimaksud Thayibah, inilah yang dimaksud Thayibah yakni al-Madinah. Bukankah aku pernah mengatakannya kepada kalian?” Maka manusia menjawab: “Ya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sungguh sangat mengagumkan aku berita dari Tamim ad-Dari ini, sesungguhnya ia cocok dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Mekah. Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) ada di laut Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan di arah Masyriq, bahkan di arah Masyriq sambil mengisyaratkan dengan tangannya ke arah Masyriq. (HR Muslim dalam Shahih Muslim/ kitabul fitan wa asyrathu as-Sa’ah bab qishatul jassaasah, juz 18/83 dengan syarh Nawawi). (Hadits lengkapnya baca pada catatan berikutnya).

Para pengikut Dajjal
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berikut:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ. رواه مسلم

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan mengikuti Dajjal orang-orang dari kalangan Yahudi Ashbahan 70 ribu orang yang dipimpin oleh Thayalisah”. (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَنْزِلُ الدَّجَّالُ فِي هَذِهِ السَّبَخَةِ بِمَرِّقَنَاةَ فَيَكُونُ أَكْثَرَ مَنْ يَخْرُجُ إِلَيْهِ النِّسَاءُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَرْجِعُ إِلَى حَمِيمِهِ وَإِلَى أُمِّهِ وَابْنَتِهِ وَأُخْتِهِ وَعَمَّتِهِ فَيُوثِقُهَا رِبَاطًا مَخَافَةَ أَنْ تَخْرُجَ إِلَيْهِ. رواه أحمد (7/190) وصححه أحمد شاكر

Dajjal akan turun di daerah dataran bergaram yang bernama Marriqanah. Maka yang banyak mengikutinya adalah para wanita, sampai seorang laki-laki pulang ke rumahnya menemui istrinya, ibu dan anak perempuan serta saudara perempuan dan bibinya kemudian mereka ikat, karena khawatir kalau-kalau keluar menemui Dajjal dan mengikutinya. (HR. Ah-mad (7/190) dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir).

Berlindung dari fitnah Dajjal
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk berlindung kepada Allah dari bahaya fitnah Dajjal, khususnya di akhir shalat setelah tasyahud sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ . رواه مسلم

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dari adza kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al-Masih ad-Dajjal. (HR. Muslim)

Peringatan!
Syaikh al-Albani rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa hadits-hadits tentang Dajjal dan turunnya Isa ‘alaihis salam adalah mutawatir dan kita wajib mengimaninya. Jangan tertipu dengan orang yang menganggap bahwa hadits-hadits tersebut adalah aahaad (tidak mutawatir). Karena mereka adalah orang-orang yang bodoh tentang ilmu hadits. Tidak ada dari mereka yang telah menelusuri semua jalan-jalan hadits ini. Kalau saja mereka mau menelusurinya, niscaya mereka pun akan mengatakan bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ucapan para imam ahlul hadits. Seperti al-Hafidh Ibnu Hajar al-Asqalani dan lain-lainya.
Sungguh sangat disayangkan adanya orang-orang yang lancang berbicara tentang masalah ini dalam keadaan tidak memiliki spesialisasi dalam bidangnya, apalagi perkara ini perkara agama bahkan perkara aqidah.
(Lihat Takhrij Syarh aqidatu ath-Thahawiyah, oleh Syaik al-Albani, hal. 501)

Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 68/Th. II 24 Jumadi Awwal 1426 H/1 J u l i 2005 M

Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu Abdirrahman Arief Subekti..

Iklan
Published in: on 31 Agustus 2010 at 17:21  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/08/31/tanda-tanda-hari-kiamat-keluarnya-dajjal/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: