Tanda-Tanda Hari Kiamat (Munculnya Imam Mahdi)

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Tanda-tanda hari kiamat
Ketika para shahabat sedang duduk-duduk membicarakan tentang hari kiamat, muncullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka:

مَا تَذْكُرُونَ؟

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”
Maka para shahabat menjawab:

السَّاعَةَ.

“Hari kiamat”.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَكُونُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَالدُّخَانُ وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ. وفي روية: الْعَاشِرَةِ نُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رواه مسلم وأحمد والترمذي وأبو داود

Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi sehingga terjadinya sepuluh tanda-tandanya. Ditenggelamkannya ke dalam bumi di tiga negeri di timur, barat dan jazirah Arab; muncu nya asap, Dajal, binatang melata di bumi (yang dapat berbicara), Ya’juz dan Ma’juz, terbitnya matahari dari barat, apa yang muncul dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. (Dalam riwayat lain): yang kesepuluh turunnya Isa bin Maryam ‘alaihis salam. (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud)

Di dalam riwayat-riwayat selain muslim dijelaskan bahwa turunnya Isa ‘alaihis salam adalah ketika kaum muslimin dipimpin oleh Imam Mahdi. Berarti imam Mahdi muncul sebelum turunnya Isa. Jadi, di antara tanda-tanda hari kiamat yang besar (kubra) adalah munculnya imam mahdi. Ia akan memimpin seluruh kaum muslimin di dunia dengan penuh keadilan dan kemakmuran.

Imam Mahdi memenuhi bumi dengan keadilan
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلاَفٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا. رواه أحمد

Aku berikan kabar gembira kepada kalian tentang akan dibangkitkannya Imam Mahdi pada umatku untuk memimpin seluruh manusia di kala terjadinya perselisihan dan kegoncangan. Maka dia akan memenuhi bumi ini dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejahatan dan kedhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi ridla kepadanya. Dia membagi harta kepada manusia dengan merata. (HR. Ahmad).

Berkata al-Haitsami: “Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya dengan ringkas dan diriwayatkan oleh imam dengan beberapa sanad. Abu Ya’la juga meriwayatkan dengan ringkas dan rawi-rawi-nya adalah rawi-rawi tsiqah (terpercaya)”. (Majma’uz Zawaid 77 hal. 313-314; Lihat Asyrathu asy-Sya’ah oleh Yusuf bin Ab-dullah al-Waabil.

Kemakmuran pada masa Imam Mahdi
Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَخْرُجُ فِي آخر أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا وَيُعْطَى الْمَالُ صِحَاحًا وَتكْثِرُ الَمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا (يَعْنِي حِجَجًا). رواه الحاكم في المستدرك وصصحه الألباني في الصحيحة 2/328 رقم 711

Akan keluar di akhir umatku al-Mahdi, Allah akan memberikan hujan untuknya, bumi akan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan baginya, dan dibagikan harta dengan merata, ternak melimpah, umat bertambah besar. Dan dia akan hidup selama 7 atau 8 (yakni tahun). (HR. Hakim dalam Mustadrak dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 2/328 hadits ke 711)

Imam Mahdi dari turunan ahlul bait
Diriwayatkan pula hadits-hadits tentang munculnya Imam Mahdi para shahabat lain seperti Ali bin Abi Thalib, berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلِ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللهُ فِي لَيْلَةٍ. رواه أحمد في مسنده وابن ماجه في سننه وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير رقم 6611

Al-Mahdi dari kami ahlul bait, Allah “memperbaikinya” dalam semalam. (HR. Ahmad dalam Musnadnya; Ibnu Majah dalam Sunannya; dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jami’ush Shaghir no. hadits 6611)

Berkata Ibnu Katsir: “Yakni Allah menerima taubatnya, mengampuninya, memberikan taufiq kepadanya, mengilhamkan dan membimbingnya.” (An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, Ibnu Katsir 1/29).

Sifat Imam Mahdi: lebar jidatnya dan mancung hidungnya
Diriwayatkand ari Abu Sa’id al-Khudry, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اَلْمَهْدِيُّ مِنَّي أَجْلَى الْجَبْهَةُ أَقْنَى اْلأَنْفُ يَمْلأُ اْلأَرْضُ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجُوْرًا، يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ. رواه أبو داود في سننه والحاكم في مستدركه. قال الألباني: اسناده حسن؛ انظر صحيح الجامع 6/22-23 رقم 6612

Al-Mahdi dariku, lebar jidatnya, mancung hidungnya, memenuh bumi dengan kebijaksanaan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedhaliman dan kejelekan. Dia menguasai tujuh tahun. (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya, Hakim dalam Mustadrak-nya; Berkata al-Al-bani: “Isnadnya hasan”. Lihat Shahihul Jami’: 6/222-223 hadits no. 6612)

Imam Mahdi dari keturunan Fathimah
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

اَلْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ. رواه أبو داود

“al-Mahdi dari keluargaku dari keturunan Fatimah”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah; Dishahihan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadis no. 6610)

Imam Mahdi mengimami shalat kaum muslimin dan Nabi Isa alaihis salam
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِي تَعَال صَلَّى بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرِ بَعْضٍ تَكْرِمَةَ اللهُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ.

Akan turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Harits bin Abu utsamah dalam Musnad-nya sebagaimana dalam kitab al-Manaarul Munif oleh Ibnul Qayyim, hal. 147-148 dan dalam al-Fatawi oleh Suyuthi 2/64; Berkata Ibnul Qayyim: “Isnad hadits ini jayyid”)

Diriwayatkan pula dalam Shahih Muslim dengan tanpa menyebutkan al-Mahdi:

…فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ . رواه مسلم

… Maka turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka yaitu al-Mahdi: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Muslim)

Nama Imam mahdi: Muhammad bin Abdillah
Diriwayatkan tentang nama Imam Mahdi dan nama bapaknya dalam beberapa hadits, di antaranya apa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي. وفي رواية: يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِي. رواه أبو داود في سننه، قال الألباني: صحيح، انظر صحيح الجامع الصغير رقم 5180

” Tidak akan lenyap dunia ini hingga Arab dikuasai oleh seseorang dari keluargaku yang namanya mencocoki namaku”. Dalam riwayat lain: Namanya mencocoki namaku dan nama bapaknya mencocoki nama bapakku (HR. Abu Dawud; Berkata al-Albani: “Hadits shahih”; lihat Shahihul Jami’u ash-Shaghir hadits no. 5180)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah tentang nama Imam Mahdi: “Dia adalah Muhammad bin Abdullah al-Alawi al-Fathimi al-Hasani”. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 29)

Yakni Muhammad bin Abdullah anak Ali bin Abi Thalib dari Fathimah turunan al-Hasan.

Mutawatirnya hadits tentang al-Mahdi
Beberapa para ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Imam Mahdi adalah mutawatir seperti:

  1. al-Hafidh Abul Hasan as-Sijistani rahimahullah
    Beliau rahimahullah berkata: “Telah mutawatir berita-berita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menyebutkan imam Mahdi. Dan bahwasanya dia dari ahlul bait nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, menguasai selama tujuh tahun, memenuhi bumi dengan keadilan. Bahwa isa ‘alaihis salam turun membantu beliau memerangi Dajjal dan beliaulah yang mengimami shalat sedangkan Isa ‘alaihis salam bermakmum di belakangnya”
  2. .

  3. Muhammad as-Safarini rahimahullah
    Beliau berkata: “Telah banyak riwayat-riwayat tentang keluarnya Imam Mahdi hingga mencapai derajat mutawatir maknawi dan telah tersebar berita tersebut di kalangan para ulama ahlus sunnah hingga menjadi aqidah dan keyakinan mereka”
  4. Imam asy-Syaukani rahimahullah
    Beliau rahimahullah berkata: “Hadits-hadits tentang mutawatirnya berita Imam mahdi al-Muntadhar (yang ditunggu) yang kita bisa berpijak dengannya ada lima puluh hadits. Di dalamnya ada yang shahih, hasan, dan ada pula yang dlaif namun terdukung dengan keduanya. Maka yang demikian adalah mutawatir dengan tidak ada keraguan dan kerancuan padanya. Bahkan tepat untuk dikatakan mutawatir berita yang diriwayatkan kurang dari itu sebagaimana dalam kaidah-kaidah musthalah hadits. Adapun ucapan-ucapan para shahabat yang menyatakan dengan jelas akan munculnya Imam Mahdi, maka lebih banyak lagi dan memiliki hukum marfu’ karena dalam perkara ini tidak memungkinkan seseorang berijtihad”
  5. Shiddiq Hasan Khan rahimahullah
    Beliau rahimahullah berkata: “Hadits-hadits yang tersebut tentang Imam Mahdi dengan berbagai macam riwayatnya sangat banyak dan telah mencapai derajat mutawatir maknawi. Diriwayatkan dalam sunan dan lain-lainnya dalam kitab-kitab para ulama Islam, mu’jam-mu’jam dan musnad-musnad

Tempat turunnya Imam Mahdi
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “…Maka keluarlah Imam Mahdi dari negeri masyrik, bukan dari gua Samira seperti yang dipahami oleh orang-orang bodoh dari kalangan Syi’ah…”. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)

Beliau rahimahullah berkata juga: “Nanti Imam Mahdi akan didukung oleh orang-orang dari negeri masyriq, membelanya, menolongnya, menunaikan perintahnya, dan mengokohkan kedudukannya. Bendera-bendera mereka hitam yang menunjukkan kesederhanaan dan ketenangan, karena bendera Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun hitam yang dijuluki dengan ‘aqab. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)

Wallahu a’lam

Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 66/Th. II 10 Jumadi Awwal 1426 H/17 J u n i 2005 M

Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu Abdirrahman Arief Subekti..

Published in: on 31 Agustus 2010 at 17:16  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/08/31/tanda-tanda-hari-kiamat-munculnya-imam-mahdi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: