Hak Seorang Muslim

Penulis : Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Hak seorang muslim atas muslim yang lain sangat banyak dijelaskan dalam al-Our’an dan as-Sunnah. Jika seluruh kaum muslimin memenuhi hak-hak tersebut niscaya akan terwujud ukhuwah Islamiyah yang didambakan oleh setiap muslim.
Di antara hadits yang menerangkan hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيْضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيْتُ الْعَاطِسِ. متفق عليه

Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada lima: menjawab salam, menengoknya jika sakit, mengantarkan jenazahnya, memenuhi undangannya, dan menjawab seorang yang bersin. (HR. Bukhari Muslim)

Atau dalam riwayat lain:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصُحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ. متفق عليه

Hak seorang muslim ada enam: jika bertemu ucapkanlah salam, jika mengundangmu penuhilah, jika meminta nasehat maka nasehatilah, dan jika bersin dan mengucapkan “Alhamdulillah” maka jawablah, jika sakit tengoklah dan jika meninggal antarkanlah jenazahnya. (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits di atas kita mendapatkan enam hak seorang muslim yang harus kita penuhi, yaitu:

  1. Memberi salam dan menjawab salam. Masalah ini sudah kita bahas pada Catatan terdahulu.
  2. Menengok orang yang sakit. Yakni jika kita mengetahui ada seorang muslim yang sedang sakit, maka kita diperintahkan untuk menengoknya dengan mendoakan kesembuhan untuknya dan membesarkan hatinya. Di an-tara ucapan yang diajarkan adalah:

    لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ.

    Tidak apa-apa, sebagai pembersih dosa-dosamu insya Allah.

  3. Mengantarkan jenazah.Tentang masalah ini disebutkan oleh para ulama bahwa mengantarkan jenazah ada dua tahap.
    Pertama, mengantarkan dari rumahnya sampai selesai dishalatkan di masjid.
    Kedua, mengantarkan dari masjid sampai selesai dikuburkan (lihat Ahkamul Jana’iz, Syaikh al-Albani hal. 87). Adapun hukumnya adalah fardhu kifayah, yakni sebagian muslimin harus ada yang menyolatkan dan mengantarkannya. Kalau telah di-kerjakan oleh sebagian muslimin, maka gugur kewajibannya bagi yang lainnya.
  4. Memenuhi undangan, seperti undangan walimah dan sejenisnya. Memenuhi undangan hukumnya wajib, selama dalam acara tersebut tidak terdapat kemaksiatan atau pelanggaran syariat.
  5. Menjawab bersin. Ketika seorang muslim bersin dan mengucapkan “Al-hamdulillah”, maka bagi setiap muslim yang mendengarnya diperintahkan untuk menjawabnya dengan kalimat “Yarhamukallah” (semoga Allah memberikan rahmat kepadamu). Kemudian bagi orang yang bersin tadi diperintahkan mengucapkan kepada saudaranya yang mendoakannya dengan ucapan “Yahdikumullah Wa Yuslihu baalakum” (semoga Allah memberikan hidayah kepadamu dan memperbaiki keadaanmu).
  6. Memberikan nasehat. Ketika seorang muslim diminta nasihatnya oleh sebagian lainnya, maka ia wajib mem-berinya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Jika dia meminta nasehat kepadamu maka nasehatilah!”. De-mikian pula ketika melihat adanya kemungkaran pada saudara kita kaum muslimin.
    Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ. (روه مسلم)

    Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya. jika ia tidak mampu, rubahlah dengan lisannya dan jika ia tidak mampu, rubahlah dengan hatinya! Dan itu adalah selemah-lemah keimanan. (HR. Muslim)

    Di antara hak muslim yang lainnya adalah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu:

    انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا! قِيْلَ: كَيْفَ أَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ: تَحْجُزُهُ عَنِ الْظُلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ. رواه البخاري

    Tolonglah saudaramu yang mendhalimi ataupun yang didhalimi! Seorang shahabat bertanya: ”Wahai Rasulullah, aku menolong saudaraku yang terdhalimi, namun bagaimana caranya aku menolong orang yang berbuat dhalim?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ”Engkau menghalangi dia dari kedhalimannya adalah pertolongan baginya”. (HR. Bukhari)

    Dalam hadits ini kita mendapatkan dua hak muslim lainnya, yaitu:

    • Menolong seorang muslim yang terdhalimi dengan apa yang kita bisa.
    • Mencegah seorang muslim agar tidak berbuat dhalim. Dengan kata lain, termasuk hak seorang muslim adalah mendapatkan amar ma’ruf nahi mungkar, yaitu diajak kepada ke-baikan dan dicegah dari kemungkaran.

    Hadits lain yang menerangkan ten-tang hak muslim terhadap muslim lain-nya adalah apa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu:

    الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَخُوْنُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ. كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ عِرْضُهُ وَمَالُهُ وَدَمُهُ. التَّقْوَى هَاهُنَا بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْتَقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ. رواه البخاري ومسلم والترمذي ولفظه

    Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Janganlah mengkhianatinya, jangan mendustainya dan jangan merendahkannya. Setiap muslim terhadap muslim yang lainnya harus menjaga kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu di sini (beliau mengisyaratkan ke dadanya). Cukup merupakan kejelekan bagi seseorang, ketika ia meng-hinakan seorang muslim. (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi. Lafadh ini bagi Tirmidzi)

    Dalam hadits inipun kita mendapatkan hak-hak seorang muslim, di antaranya:

  7. Tidak boleh mengkhianatinya, yakni mengkhianati amanat-amanat mereka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

    يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ. الأنفال: 27

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad). Dan (juga) janganlah kalian mengkhianati ama-nat-amanat yang dipercayakan kepa-da kalian, sedangkan kalian mengetahui. (al-Anfaal: 27)

  8. Tidak boleh mendustainya, yakni tidak boleh menipu atau membohonginya. Apakah hal itu untuk keuntungan dunia ataupun dengan alasan kerahasiaan dakwah (sirriyyah), yang sesungguhnya dakwah tidak perlu dirahasiakan atas sesama muslim.
  9. Tidak boleh menghinakannya atau menjatuhkan kehormatannya dengan ghibah, sukhriyyah (cercaan dan olok-olok) dan lain-lain. Karena sesungguhnya kehormatan seorang muslim adalah juga kehormatan seluruh kaum muslimin.
  10. Saling menjaga harta, darah dan kehormatan, yakni menjaga harta dengan tidak saling merampas dengan dhalim, curang, penipuan, dan lain-lain. Menjaga darah adalah tidak saling menumpahkan darah kaum muslimin. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan:

    لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالْمَارِقُ مِنَ الدِّيْنِ التَّارِكُ لِلْجَمَاعَةِ. متفق عليه

    Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi “Laa ilaha illallah, muhammadur rasulullah”, kecuali dengan tiga sebab: jiwa dengan jiwa (qishash), seorang yang pernah menikah berzina dan seorang yang murtad dari agamanya dan meninggalkan jama’ah kaum muslimin. (HR. Bukhari Muslim)

  11. Tidak saling membenci. Yakni saling membenci dan bermusuhan hanya karena masalah dunia. Ada pun membenci karena kemaksiatan atau kesesatan yang ada pada seseorang, maka itu adalah termasuk benci karena Allah yang merupakan bukti keimanan seseorang.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانِ. رواه أبو داود

    Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh dia telah menyempurnakan iman. (HR. Abu Dawud. Syaikh al-Albani menshahihkannya dalam Sunan Abi Dawud, ha-dits no. 4681)

  12. Tidak menambah harga dalam pelelangan dengan maksud menaikkan harga barangnya. Yakni berbuat curang dalam pelelangan.
  13. Saling menopang dalam kebaikan dan taqwa. Di antara hak seorang muslim terhadap muslim lainnya adalah untuk saling menopang, bantu-membantu dan bahu-membahu dalam kebaikan dan kebenaran. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

    وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ… المائدة: 2

    Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan taqwa. Dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. (al-Maaidah: 2)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. متفق عليه

    Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya. (HR. Bukhari Muslim)

  14. Saling tenggang rasa. Saling merasakan penderitaan saudaranya. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

    تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادَّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ. إِذَا اسْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى. رواه البخاري

    Engkau melihat kaum mukmin dalam kasih-sayang mereka dan cinta kasih mereka seperti satu jasad. Jika salah-satu anggota badan merasa sakit, maka anggota badan yang lainnya pun ikut merasakannya dengan de-mam dan tidak dapat tidur. (HR Bu-khari)

Wallahu a’lam

Sumber : Risalah Dakwah Manhaj Salaf Edisi: 108/Th. III 03 Jumadil Akhir 1427 H/30 Juni 2006

Risalah Dakwah MANHAJ SALAF, Insya Allah terbit setiap hari Jum’at. Ongkos cetak dll Rp. 200,-/exp. tambah ongkos kirim. Pesanan min 50 exp. bayar 4 edisi di muka. Diterbitkan oleh Yayasan Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar Gg. Putat RT 06 RW 03, Cirebon. telp. (0231) 222185. Penanggung Jawab & Pimpinan Redaksi: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed; Sekretaris: Ahmad Fauzan/Abu Urwah, HP 081564634143; Sirkulasi/pemasaran: Abu Abdirrahman Arief Subekti HP 081564690956

Published in: on 1 September 2010 at 13:16  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/09/01/hak-seorang-muslim/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: