Saudariku… Bagaimana kalian bebusana.?

Wahai saudariku perbaikilah busana/pakaian kalian…
apakah pakaian kalian sudah benar menurut syari’at Islam?

ketahuilah saudariku…
bahwa fitnah kalian itu jauh lebih besar dari fitnah apapun didunia ini bagi kaum pria…
dan diantara fitnah kalian terhadap kaum pria adalah keluarnya kalian dari rumah-rumah kalin, padahal hukum asalnya kalian adalah di rumah.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (Al-Ahzab. 33)

Namun kalian di ijinkan keluar rumah untuk keperluan-keperluan yang maslahat itupun dengan syarat-syarat yang telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam Al-Qur’an dan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dalam As-Sunnah.
dalam kalimat selanjutnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (Al-Ahzab . 33)

Jadi saudariku…
tolong perhatikan apakah keluarnya kalain dari rumah bisa mnyebabkan fitnah bagi kaum pria atau tidak?

Allah telah berjanji kepada kalian, jika kalian keluar rumah dengan melaksanakan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Allah dan Rosul-Nya, kalian tidak akan diganggu oleh pria-pria hidung belang,
Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam ayat masalah jilbab :
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al-Ahzab . 59)

Namun jika saudariku sudah memakai busana yang menurut kalian sesuai syar’i, apakah kalian sudah tidak diganggu lagi?
jika masih diganggu, apa yang salah?
apakah Allah tidak menepati janji-Nya? (mustahil bagi Allah untuk tidak menepati janji),
kalau begitu apa…?
apakah busana kalian sesuai dengan yang disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya?

Sebenarnya bagaimana busana wanita muslimah yang sesuai dengan syar’i?
berikut uraianya:

Jilbab yang sesuai dengan syariah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

Menutupi seluruh badan

Tidak diberi hiasan-hiasan hingga mengundang pria untuk melihatnya

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
“Katakanlah (ya Muhammad) kepada wanita-wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangan mata dan menjaga kemaluan mereka, dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang biasa nampak darinya. Hendaklah mereka meletakkan dan menjulurkan kerudung di atas kerah baju mereka (dada-dada mereka)… (An-Nuur: 31)

Tebal tidak tipis
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Akan ada nanti di kalangan akhir umatku para wanita yang berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang…

Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“…laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat”. (HR. Ath Thabrani dalam Al Mu`jamush Shaghir dengan sanad yang shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Albani dalam kitab beliau Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 125)
dalam sabdanya Shallallahi ‘alaihi wasalam (di atas) Kata Ibnu Abdil Baar Rahimahullah : “Yang dimaksud Nabi adalah para wanita yang mengenakan pakaian dari bahan yang tipis yang menerawangkan bentuk badan dan tidak menutupinya maka wanita seperti ini istilahnya saja mereka berpakaian tapi hakikatnya mereka telanjang”.

Lebar tidak sempit
Usamah bin Zaid Rodhiallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam memakaikan aku pakaian Qibthiyah yang tebal yang dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau maka aku memakaikan pakaian itu kepada istriku. Suatu ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wasalam bertanya: “Mengapa engkau tidak memakai pakaian Qibthiyah itu? Aku menjawab: “Aku berikan kepada istriku”. Beliau berkata : “Perintahkan istrimu agar ia memakai kain penutup setelah memakai pakaian tersebut karena aku khawatir pakaian itu akan menggambarkan bentuk tubuhnya”. (Diriwayatkan oleh Adl Dliya Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan, kata Syaikh Al-Albani Rahimahullalh dalam Jilbab, hal. 131)

Tidak diberi wangi-wangian
Karena Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wasalam bersabda :
“Wanita mana saja yang memakai wangi-wangian lalu ia melewati sekelompok orang agar mereka mencium wanginya maka wanita itu pezina.” (HR. An Nasai, Abu Daud dan lainnya, dengan isnad hasan kata Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 137)

Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Jilbab, hal. 141)

Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dalam banyak sabdanya memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir dan tidak menyerupai mereka baik dalam hal ibadah, hari raya/perayaan ataupun pakaian khas mereka. Lihat kembali dalam catatan saya yang berjudul Tasyabbuh Bahaya Laten Umat Islam

Bukan merupakan pakaian untuk ketenaran
Yakni pakaian yang dikenakan dengan tujuan agar terkenal di kalangan manusia, sama saja apakah pakaian itu mahal/ mewah dengan maksud untuk menyombongkan diri di dunia atau pakaian yang jelek yang dikenakan dengan maksud untuk menampakkan kezuhudan dan riya.

Berkata Ibnul Atsir: Pakaian yang dikenakan itu masyhur di kalangan manusia karena warnanya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka hingga manusia mengangkat pandangan ke arahnya jadilah orang tadi merasa bangga diri dan sombong. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Siapa yang memakai pakaian untuk ketenaran di dunia maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian dinyalakan api padanya”. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dengan isnad hasan kata Syaikh Albani dalam Jilbab, hal. 213)

Sumber : http://www.asysyariah.com/
dengan judul asli JILBAB YANG SESUAI DENGAN SYARIAT

Iklan
Published in: on 1 September 2010 at 13:41  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://adealam.wordpress.com/2010/09/01/saudariku-bagaimana-kalian-bebusana/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: